SYAFA’AT

RS. At-Turots Al-Islamy. Syafa’at menurut bahasa berarti menjadikan yang ganjil genap.  Secara istilah adalah menjadi perantara bagi orang lain untuk mendatangkan manfaat atau menolak mudharat.

Pada hari kiamat, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki tiga syafa’at:

1. Syafa’at yang diberikan kepada ahli mauqif (seluruh manusia ketika berada di Padang Mahsyar) agar urusan di antara mereka segera diselesaikan, setelah para Nabi saling menyerahkan (permintaan syafa’at tersebut), yaitu kepada Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Syafa’at yang diberikan kepada penghuni Surga agar mereka masuk Surga. Dua syafa’at ini khusus untuk beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

3. Syafa’at yang diberikan kepada orang yang berhak masuk Neraka agar tidak masuk ke dalamnya dan orang yang sudah masuk Neraka agar keluar darinya.

Syafa’at ini diperuntukkan bagi beliau dan seluruh Nabi, shiddiqin, dan selain mereka, sehingga ia memberikan syafa’at kepada orang yang berhak masuk Neraka, agar tidak masuk Neraka serta orang yang sudah masuk Neraka agar keluar darinya.

Allah akan mengeluarkan beberapa kaum dari Neraka tanpa syafa’at, tetapi dengan karunia dan rahmat-Nya, dan di Surga masih ada tempat kosong yang luas setelah orang-orang dari penghuni dunia memasukinya, kemudian Allah menciptakan lagi beberapa kaum lalu Allah masukkan mereka ke Surga. (Syaikh ‘Ali al-Halabi berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim no. 2849 (38), dari sahabat Anas).

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz berkata: Menurut dalil-dalil syar’i, syafa’at yang terjadi pada hari kiamat ada enam macam; tiga di antaranya khusus untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu:

1. Syafa’atul ‘Uzhma, yaitu syafa’at untuk ahli mauqif (Sebagaimana penjelasan di atas)

2. Syafa’at untuk ahli Surga, agar mereka masuk Surga.

3. Syafa’at Nabi untuk meringankan siksa pamannya Abu Thalib.

4. Syafa’at beliau bagi orang-orang yang masuk Neraka agar tidak masuk Neraka.

5. Syafa’at beliau bagi orang-orang yang telah masuk Neraka agar keluar dari Neraka.

6. Syafa’at beliau agar derajat ahli Surga diangkat. Dan syafa’at ini umum untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Nabi lainnya, orang-orang shalih, Malaikat, anak-anak kaum muslimin yang meninggal waktu kecil, dan semua ini khusus untuk orang-orang yang bertauhid.

Adapun orang-orang kafir, mereka kekal di Neraka Jahannam dan mereka tidak merasakan kematian, sebagaimana firman Allah, (artinya) “Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka Neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati… ” (QS. Faathir: 36)

Adapun orang yang masuk Neraka dari orang-orang yang bertauhid yang mereka berbuat dosa dan maksiat, maka tidak kekal di dalamnya, ia akan keluar setelah disucikan (dibersihkan).

Telah tetap dalam as-Shahiih (Syaikh ‘Ali al-Halabi berkata: HR.  Al-Bukhari no. 22 dan Muslim no. 182) dari Nabi bahwa orang-orang yang berbuat maksiat, mereka mati di dalamnya, kemudian keluar dari Neraka seperti arang, dan mereka tumbuh seperti biji di buih banjir. ”

Demikian ringkasan ini semoga bermanfaat dunia-akherat bagi penulis, pembaca dan kaum muslimin.
Ya Allah jadikanlah hamba-Mu ini salah seorang yang mendapatkan syafa’at Nabi-Mu. Aamiin Ya Rabb

Bagi yang ingin penjelasan lebih lengkap silahkan merujuk kitab Akidah al-Washitiyah karya Syaikhul islam Ibnu Taimiyah / Terjemahan kitab tersebut oleh guru kami Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawaz, lihat juga kitab Lum’atul I’tiqad oleh Ibnu Qodamah.

Allahu a’lam

Oleh  : Ust. Abdullah Padha, S.S. (Rohaniawan RS. At-Turots Al-Islamy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *