Keutamaan Mengucapkan Aamiin Saat Shalat Berjamaah

RS. At-Turots Al-Islamy : Keutamaan Mengucapkan Aamiin Saat Shalat Berjamaah

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

إِنَّ الْيَهُوْدَ قَوْمٌ حَسَدٌ وَ إِنَّهُمْ لاَ يَحْسِدُوْنَنَا عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسِدُوْنَنَا عَلَى السَّلاَمِ وَ عَلَى (آمِيْنَ )

 

Sesungguhnya yahudi adalah kaum yang penuh hasad dan mereka tidak hasad kepada kita tentang sesuatu yang melebihi hasadnya mereka kepada kita dalam salam dan ucapan aamiin.

 

Dalam riwayat lain berbunyi,  ” Tidaklah orang-orang yahudi dengki kepada kalian seperti halnya mereka dengki atas ucapan “aamiin” dan salam. ” (HR. Ibnu Majah 856 )

 

Faedah Hadits

 

  1. Penetapan bahwa di antara sifat yahudi adalah hasad.

 

Hasad atau dengki adalah berharap hilangnya nikmat dari orang yang mendapatkannya.

 

  1. Orang yahudi iri pada ucapan ta’min (ucapan “aamiin”) pada kaum muslimin. Makna “aamiin” adalah Ya Allah kabulkanlah….

 

  1. Haramnya sifat hasad, karena hasad adalah sifat kaum yang dimurkai, yakni yahudi.

 

  1. Boleh hasad pada dua perkara, yakni hasad pada orang yang Allah beri harta lalu ia gunakan pada jalan kebaikkan, dan hasad pada orang yang diberi ilmu (Al-Qur’an dan As-Sunnah) lalu ia mengamalkan dan mengajarkannya.

 

Berdasarkan hadits ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

 

“Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.”

 

Namun maksud hasad pada hadits Abdullah bin Mas’ud tersebut adalah ghibtoh.

 

Ghibtoh adalah berangan-angan agar mendapatkan nikmat seperti yang ada pada orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang.

 

  1. Hasadnya yahudi dalam riwayat lain disebutkan ada 4 macam, yakni; hari jum’at, tentang kiblat, ucapan aamiin, dan hasad terhadap ucapan salam.

 

  1. Lafazh aamiin yang disepakati kebolehannya dan sesuai dengan sunnah yaitu mengucapkan aamiin dengan dua lafazh, yakni Pertama: aamiin (آمِيْن) dengan memanjang huruf hamzah.

Kedua: amiin (أَمِيْن) dengan tanpa memanjang huruf hamzah.

 

Wallahu a’lam

 

Diringkas dari kitab

– Miiraatsun nabiy fi amalin shalih karya Ubaid as-Sindy

– Bahjatun Nazhirin karya syaekh Salim bin Ied  al-Hilali.

– artikel rumaysho.com

 

Semoga manfaat dunia – akherat bagi penulis, pembaca dan yang meng – share – kan. Aamiin

Oleh  : Ust. Abdullah Padha, S.S. (Rohaniawan RS. At-Turots Al-Islamy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *