HADITS BERKAITAN DENGAN PENENTUAN PUASA RAMADHAN

RS. ATTUROTS AL-ISLAMY. HADITS BERKAITAN DENGAN PENENTUAN PUASA RAMADHAN

 

َعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا [ قَالَ ]: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: – إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا, وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا, فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ-

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih).

FAEDAH HADITS

  1. Kewajiban berpuasa Ramadhan itu tergantung pada penglihatan manusia atau sebagian dari mereka terhadap hilal (tanggal 1 Ramadhan).
  2. Begitu juga berbuka (Idul Fitri atau Hari raya) berkaitan erat dengan hilal (1 Syawal).
  3. Jika hilal (1 Ramadhan) tidak terlihat, maka tidak boleh berpuasa kecuali setelah menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari, begitu juga tidak boleh berhenti puasa Ramadhan (berhari raya) kecuali setelah menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari.
  4. Tidak diperkenankan berpuasa pada hari ke – 30 di bulan Sya’ban meskipun ada mendung atau sejenisnya.

Wallahu a’lam

Diringkas dari:

Taisir ‘alam syarh kitab Umdatul Ahkam karya Syaikh Abdullah Abdurrahman Alu Bassam.

Semoga manfaat dunia – akhirat bagi penulis, pembaca dan yang meng – share – nya. Aamiin

Oleh  : Ust. Abdullah Padha, S.S. (Rohaniawan RS. At-Turots Al-Islamy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *