Bab Hukum Ruqyah dan Tamimah

Bab Hukum Ruqyah dan Tamimah

RS. At-Turots Al-Islamy. Imam Ahmad meriwayatkan dari Ruwaifi’ bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepadanya:

“Wahai Ruwaifi’, semoga Allah memanjangkan umurmu, maka hendaklah kamu sampaikan kepada umat manusia bahwa siapa saja yang memintal jenggotnya, atau mengalungkan tali busur panah di leher tunggangannya atau beristinja’ dengan kotoran hewan atau dengan tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri dari perbuatannya. ” (HR. Ahamad dan Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’Shaghir no. 7787)

 

Penjelasan:

‘aqoda lihyatahu : Memintal janggut. Pada umumnya dilakukan untuk berbangga-bangga dan menyombongkan diri, atau untuk mempercantik dan mengelokkan penampilan menyerupai kaum wanita. Ada yang berpendapat larangan ini khusus pada saat shalat.

 

Taqallada wataran: Mengalungkan watar di leher hewan tunggangannya untuk menangkal ‘ain (sakit yang timbul akibat pengaruh pandangan mata). Watar adalah bentuk tunggal (mufrod) dari kata autar, yaitu tali busur panah.

 

Istanjaa: Yang dimaksud di sini adalah istijmar, yaitu bersuci dengan selain air setelah buang hajat besar (BAB) atau kecil (BAK).

 

Rajii’un : Kotoran hewan yang telah keras atau mengering.

 

Barii’un minhu : Berlepas diri dari perbuatan tersebut.

 

Faedah Hadits

  1. (Penjelasan) mengenai mukjizat Rasulullah. Beliau mengabarkan bahwa Ruwaifi’ bakal berumur panjang dan itu terjadi kenyataan.

 

  1. Wajibnya mengabarkan ke orang lain tentang hal-hal yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan perkara-perkara yang dilarangnya (perintah dikerjakan, larangan ditinggalkan).

 

  1. Haram hukumnya memintal atau mengkucir jenggot.

 

  1. Haram Hukumnya memakai kalung dari tali busur atau kalung apapun (jika Tujuannya untuk tolak bala’), sebab mendatangkan keberuntungan dan menolak bala’ adalah hak khusus Allah. Memintanya kepada selain Allah termasuk syirik.
  2. Haram hukumnya bersuci dengan kotoran hewan atau dengan tulang. Alasannya Karena kotoran hewan adalah makanan hewan-hewan ternak. Sementara tulang adalah makanan bangsa jin.

 

  1. Bahwasanya perbuatan-perbuatan di atas (memintal jenggot, bersuci dengan kotoran hewan) termasuk minal kabair (dosa besar).

 

Sumber: kitab Al-Jadid & Mulakkhos syarah kitab Tauhid.

Oleh  : Ust. Abdullah Padha, S.S. (Rohaniawan RS. At-Turots Al-Islamy)

 

Semoga bermanfaat dunia – akherat bagi penulis, pembaca dan yang men -share- kannya. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *